Asalamualaikum ,  Selamat Datang  |  Its Not Diary  |  News And Opini  |  Thanks ?

Begitu banyak hal yang tertutupi dari negara kita sendiri bahkan dari konsep seluruh negara dan percayalah ada segelintir orang bahkan beberapa kelompok pemuja iblis yang mengatur konsep yang ada dan kita jalani saat ini.
Tampilkan postingan dengan label Intelegent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intelegent. Tampilkan semua postingan

Waspadai Link Palsu Video Osama (Awas jebakan betmen)


Simpang siur kabar bahwa Gedung Putih tidak akan merilis foto jenazah Osama bin Laden, di berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook, beredar link-link yang menawarkan foto dan video kematian pemimpin al-Qaeda itu.

Namun, jangan percaya dan langsung mengklik begitu saja, karena link-link tersebut dicurigai sebagai spam dan bahkan bisa mengandung virus komputer berbahaya.

Pemerintah Federal dan pakar-pakar keamanan, sebagaimana dilaporkan CNN, telah mengeluarkan peringatan untuk para pengguna Internet agar berhati-hati mengklik link-link palsu terkait kematian Osama.

Menyusul operasi militer Amerika Serikat yang dilaporkan berhasil membunuh Osama, Minggu (1/5), Inbox e-mail dan sosial media seperti Facebook dibanjiri dengan link-link buruk setidaknya hanya spam atau kemungkinan terburuknya adalah mengandung virus komputer berbahaya.

Orang-orang di industri keamanan cyber tidak terkejut. Kejadian-kejadian besar, dan tokoh populer (Anna Kournikova dan Justin Bieber misalnya) sering dimanfaatkan sebagai umpan klik untuk menyebarkan spam dan scam.

"Saya kira ini (link-link palsu mengenai Osama) sebaiknya dihindari," tulis Dave Marcus, kepala penelitian keamanan untuk Mcfee Labs, dalam posting blog.

"Laporan kematian Osama bin Laden menjadi daya tarik yang terlalu bagus untuk dilewatkan bagi kriminal di dunia maya dan scammers," kata orang yang mem-posting beberapa contoh malware terkait Osama itu.

Satu pesan yang menawarkan link ke foto Osama yang sedang memegang koran, beredar untuk membuktikan bahwa pemimpin al-Qaeda itu masih hidup. Satu e-mail, yang ditulis dalam bahasa Spanyol, ditemukan mengandung virus Trojan Horse ketika link foto di dalamnya diklik.

Link itu berjudul Osama bin Laden Killed (Live on Video).

"Waspadalah terhadap pesan bertele-tele, baris subyek dalam e-mail, atau link-link via Facebook dan Twitter yang berisi kata-kata seperti itu--karena hampir pasti akan membawa anda dalam masalah," tulis Marcus.

"Pastikan perangkat lunak keamanan anda sepenuhnya diperbarui dan pastikan juga untuk menggunakan perangkat lunak browsing yang aman."

Sumber di Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden AS Barack Obama telah memutuskan untuk tidak merilis foto-foto Osama.

Foto-foto palsu mengenai mayat Osama sudah beredar online.

Pada Rabu (4/5), Facebook mem-posting pesan yang mengingatkan pengguna agar berhati-hati ketika mengklik link-link dicurigai sebagai link-link spam mengenai Osama.

FBI juga merilis peringatan mengenai beredarnya software berbahaya yang disebarkan lewat link-link palsu.

Pusat Pengaduan Kejahatan Internet di FBI mengeluarkan saran-saran sebagai berikut:

Sesuaikan pengaturan privasi di situs jejaring sosial, seperti Facebook, untuk mem-filter item-item yang diposting ke dinding anda.

Jangan mengunduh perangkat lunak baru yang ditawarkan untuk melihat video. Aplikasi itu sering hanya sebagai topeng untuk menginveksi komputer anda.

Bacalah e-mail dan posting di media sosial dengan hati-hati. Pesan berbahaya sering ditulis dalam tata bahasa yang buruk, salah ejaan, dan kalimat bahasa Inggris tidak standar.

Laporkan pesan yang mengaku berasal dari FBI atau lembaga keamanan lainnya. Nama mereka sering digunakan untuk mencoba membangun legitimasi.
13.57 | 0 komentar

Untuk Pertahankan Wilayah, Israel Jadikan Tepi Barat Obyek Wisata

Israel telah meluncurkan kampanye pariwisata di Tepi Barat yang diduduki untuk meningkatkan dukungan untuk mempertahankan wilayah tersebut terkait rencana pembentukan negara Palestina merdeka pasca terjadinya rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah.

Para pemukim Yahudi Israel membawa wisatawan ke wilayah Palestina yang dianggap sebagai bagian dari negara masa depan mereka, AP melaporkan.

Sekitar 300.000 pemukim Israel di Tepi Barat mempromosikan pariwisata sebagai cara untuk membantu menormalkan cengkraman Israel di wilayah itu yang dianeksasi pada tahun 1967.

"Mereka ingin orang-orang berpikir bahwa suasana normal terjadi di sana, dan menegaskan bahwa sah untuk melakukan perjalanan di sana,'' kata Hagit Ofran, dari kelompok Peace Now.

"Mereka ingin orang berpikir bahwa daerah tersebut bagian dari Israel,'' katanya menambahkan.

Kritikus mengatakan kampanye seruan menjadikan Tepi Barat sebagai obyek wisata menargetkan mayoritas Israel, yang jajak pendapat menunjukkan siap untuk menyerahkan sebagian besar atau seluruh daerah itu sebagai imbalan bagi perdamaian.

Israel merebut Tepi Barat dari Yordania dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Rezim Israel menentang seruan internasional dengan tetap melakukan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah-wilayah yang diduduki.

Majelis Umum PBB sendiri akan mengadakan pertemuan pada bulan September untuk membahas pembentukan negara Palestina merdeka.
13.23 | 0 komentar

Aparat Kecolongan "Kebiadapan Terjadi Lagi"


Mencekam! Jejeran Kepala Manusia Diletakkan di Bak Truk

Suasana Desa Sungai Sodong Ogan Komering Ilir Sumsel hingga semalam masih mencekam. Kondisi ini imbas dari terjadinya bentrokan antara warga dengan perusahaan perkebunan, PT Sumber Wangi Alam (SWA) yang menewaskan dua warga dan lima orang karyawan perusahaan, Selasa (22/4/2011).

Korban tewas dari warga Sungai Sodong yakni, Indra Syafei (18) dan Matchan (21) itu, bagian kepala nyaris putus dan dihujani tembakan. Sedangkan dari pihak karyawan perusahaan yang tewas ada 5 orang yakni, Hambali, Sabar, Halis, Abdi serta Agus. Dua korban terakhir kepalanya dipotong. Dan tragisnya potongan kepalanya tadi dijemur di bak truk perusahaan secara berjejer.

Seperti diberitakan sebelumnya bentrokan terjadi antara warga dan pihak perusahaan. Kemarahan warga diduga akibat aksi dari pihak perusahaan yang lebih dulu menghabisi dua orang warga.

Pengamatan Sripo (Grup Tribunnews.com) di lapangan, di Desa Sungai Sodong Kecamatan Mesuji tadi, begitu mencekam.

Memang, warga sempat dihalangi oleh petugas untuk melintas dari jalur darat. Tetapi, warga berdatangan dari jalur sungai. Ketika, Sripo menginjakan kaki di Desa Sungai Sodong itu, disambut oleh warga yang sudah bersiap-siap dengan senjata tajam dan pedang di tangan maupun terselip dipinggang.

Tidak hanya itu, warga juga menyimpan senjata tajam mereka di pinggiran hutan untuk mengantisipasi serangan dari pihak perusahaan yang mengerahkan para preman bayaran.

Di rumah korban Indra Syafei dan Matchan tadi masih dipenuhi parakerabat, karena kedua korban rumahnya berdekatan hanya terpisah oleh jalan setapak. Apalagi kedua korban ini masih bersaudara. Jenazah Indra Syafei dan Matchan sebelum sholat Jumat sudah dimakamkan di pemakaman desa.

Setelah pemakaman warga masih berkumpul di sekitar rumah korban. Ketika wartawan datang, mereka menyambutnya dengan baik.

Begitu ditanya mengenai kejadian berdarah itu, orang tua korban Ahmat Tutul menceritakan dengan gamblang. "Kejadiannya berawal anak saya ini hendak membeli sesuatu ke desa tetangga. Belum sempat membeli, motor anak saya dihadang oleh preman perusahaan dan terjadilah perkelahian dan akhirnya anak dan keponakan saya tewas dibunuh," kata Ahmad.

Warga yang mengetahuinya memberi kabar warga lain dan akhirnya warga berkumpul dan membawa kedua korban pulang. "Saya tidak tahu lagi pak selanjutnya," kata Ahmad.

Sementara itu, saat Sripo menuju perusahaan yang berjarak 4 kilometer yang ditempuh dengan jalan merah dan berlumpur di sana tidak ada seorangpun karyawan yang berada di mess. Saat bentrokan kemarin, mess karyawan ini diobrak-abrik warga. Karyawan yang ada di sana kemudian dibunuh secara sadis. Badan diikat di tiang
listrik dan kepalanya dipotong.

Ada juga yang dibuang di perkebunan dengan kondisi sudah disemblih. Kepala karyawan yang disembelih tadi diletakan di atas bak mobil truk.

Mess yang kosong itu kini dijaga Sat Brimob Polda Sumsel Pimpinan Kepala Detasemen (Kaden) A Kompol M Rendra Salipu SIk.

Dari puluhan pintu rumah karyawan perusahaan tadi, semuanya dirusak. Hanya saja satu bangunan yang masih kokoh dan tidak dirusak oleh warga yakni, bangunan masjid. Kalau bangunan lainnyadipecah dan dirusak termasuk kendaraan yang ada di lokasi perusahaan dibakar hingga tinggalkan puing-puing saja.

"Semua rumah dan kendaraan yang ada disini dirusak warga. Dan ada yang lebih menyedihkan lagi, ada anak yang berusia 2 tahun menangis melihat orang tuanya sudah simbah darah di depan teras rumah dari pukul 14.00 hingga pukul 09.00 pagi," kata salah seorang polisi yang minta namanya tidak disebutkan.

Ahirnya lima jenazah berhasil dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD Kayuagung untuk diotopsi.



sourche
15.56 | 0 komentar

Polisi dan tempat ibadah jadi sasaran serangan?

Pemboman bunuh diri di masjid yang berada dalam kompleks Mapolrestra Cirebon menyebabkan 28 orang yang tengah bersiap melakukan sholat Jumat terluka.

Aksi menyerang tempat ibadah telah beberapa kali dilakukan termasuk di masjid dan juga gereja.

Sementara itu kepala bagian penerangan umum Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan pemboman di Cirebon itu diduga sebagai aksi balas dendam karena banyak pelaku teror yang ditangkap polisi.

Boy mengatakan kepolisian telah memperketat keamanan di seluruh markas untuk menghindai aksi seperti di Cirebon.

Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto mengatakan pelaku pemboman hari Jumat (15/04) itu anggota jaringan lama.

"Pengalaman dari pertiswa lalu, jaringannya tetap itu saja, yang berbeda adalah pelaku, mereka memang merekrut pelaku-pelaku baru," kata kepala BIN Sutanto.

Tetapi mengapa tempat ibadah sering menjadi sasaran? Apakah aksi aparat keamanan menangkap mereka yang diduga pelaku aksi teror akan meningkatkan kemungkinan serangan terhadap aparat?

Tulis komentar anda di kolom yang disediakan. Jangan lupa nama serta asal kota anda.

Komentar juga kami tunggu di nomor telpon bebas pulsa BBC 0800-140-1228 yang kami buka dari Senin sampai Jumat pukul 16:00 sampai 20:00 WIB untuk topik yang ditentukan dalam Forum BBC Indonesia.

Forum BBC disiarkan setiap Senin pukul 05:00 WIB dan Kami pukul 18:00 WIB.

22.41 | 0 komentar

AS kerahkan pesawat pengintai ke Libia

Pesawat pengintai bersenjata Amerika Serikat akan dikerahkan ke Libia, kata Menteri Pertahanan Robert Gates.

Gates mengatakan penggunaan pesawat ini telah disetujui oleh Presiden Barack Obama dan akan membantu operasi militer.

Pemberontak Libia menghadapi pasukan Kolonel Gaddafi sejak Februari lalu namun belum banyak mencapai kemajuan.

"Presiden Obama mengatakan kami memiliki kemampuan unik, dan ia mau menggunakan pesawat itu," kata Gates dalam jumpa pers.

Ia mengatakan dua pesawat pengintai bersenjata tersedia bila diperlukan NATO.

Gates menyanggah bahwa pengerahan pesawat itu merupakan bukti bahwa tidak ada rencana Amerika mengerahkan bantuan darat di Libia.

"Presiden Obama mengatakan kami memiliki kemampuan unik, dan ia mau menggunakan pesawat itu"

Robert Gates

Ia mengatakan langkah itu merupakan bantuan untuk operasi militer.

Jendral James Cartwright, wakil ketua Angkatan Bersenjata mengatakan misi pertama telah dilakukan hari Kamis namun dibatalkan karena cuaca buruk.

Ia mengatakan pesawat pengintai yang dapat terbang lebih rendah dari pesawat tempur biasa cocok untuk daerah-daerah terpencil karena memiliki kemampuan mencari sasaran tank dan sasaran lain.

Pos perbatasan dikuasai

Sebelumnya, pemberontak Libia menguasai pos perbatasan dengan Tunisia setelah pasukan pemerintah Libia melarikan diri, menurut sejumlah laporan.

Langkah itu merupakan kemajuan kelompok pemberontak di kawasan barat negara itu.

Para pemberontak di Misrata mengklaim mereka menemukan bom curah namun pemerintah Libia sejauh ini menyanggah tuduhan itu.

Wartawan BBC Orla Guerin di Misrata mengatakan ia melihat bom curah itu dan para dokter mengatakan bom itu menyebabkan luka parah. Sejumlah warga sipil kehilangan lengan atau kaki mereka.

Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon meminta pemerintah Libia untuk "menghentikan perang dan membunuh orang".

Ia mengatakan prioritas PBB adalah mengupayakan gencatan senjata agar bantuan dapat disalurkan dan diselenggarakannya dialog politik.

22.38 | 0 komentar

Mewaspadai Bisnis Aktivasi Otak Anak

Mewaspadai Bisnis Aktivasi Otak Anak

Nama anak laki-laki itu Robert Duncan O’Finioan. Lahir pada tahun 1960 di kota kecil negara bagian Kentucky, Amerika Serikat. Tidak seperti anak-anak lainnya yang menghabiskan masa kanak-kanaknya yang indah, penuh permainan, dan canda tawa; sejak berusia lima tahun Robert telah direkrut CIA—tentunya secara rahasia—untuk dipersiapkan menjadi bagian dari apa yang dikemudian hari disebut sebagai proyek MK-Ultra. Ironisnya, hal ini bermula dari kedua orangtua Robert sendiri.

Kisahnya berawal dari berdirinya satu lembaga semacam aktivasi otak tengah di dekat rumahnya di Kentucky. Saat melintas di tempat itu, orangtua Robert melihat banyak sekali anak-anak kecil berusia antara lima hingga duabelas tahun bermain di sana. Merasa tertarik, kedua orangtua Robert akhirnya membawa Robert dan mendaftarkan anaknya itu untuk bisa ikut serta di dalam pelatihan di lembaga tersebut.

Di hari pertama, sang instruktur dengan sangat manis dan lemah lembut bertanya pada Robert kecil, apakah dia ingin bermain seperti anak-anak lainnya? Dengan mata berbinar-binar Robert menganggukkan kepalanya. Sang orangtua tentu saja gembira. Dengan suka rela mereka menyerahkan anaknya kepada instruktur tersebut yang segera memboyong anak tersebut ke dalam ruangan tertutup. Kedua orangtua Robert kembali ke rumah, meninggalkan Robert kecil masuk ke dalam ruangan didampingi sang instruktur yang baru saja dikenalnya.

Di dalam ruangan telah ada sejumlah anak seusianya sedang asyik menulis atau menggambar sesuatu. Sang instruktur kemudian memberikan Robert beberapa helai kertas dan juga pensil berwarna dan meminta anak itu untuk menggambar apa pun yang dikehendaki. Robert pun mulai menggambari kertas putih tersebut. Sang instruktur berjalan mondar-mandir di antara meja dan kursi yang penuh berisi anak-anak kecil.

Robert Duncan dan puluhan anak kecil yang ada di ruangan tersebut, termasuk para orangtuanya, tidak menyadari jika sang instruktur ternyata seorang spesialis Brain Programming yang dengan kekuatan pikirannya mampu mempengaruhi otak orang lain, terlebih anak-anak. Sambil berkeliling ruangan, sang instruktur berusaha menjadikan otaknya sebagai transmiter atau pemancar yang memancarkan gambaran beberapa struktur bangunan sederhana, seperti lingkaran, segitiga, dan persegi empat, dan menyebarkan gambaran itu ke seluruh ruangan agar bisa ditangkap oleh anak-anak tersebut.

Dengan bahasa sederhana, sang instruktur mengirimkan sugesti kepada anak-anak di seluruh ruangan itu, untuk menggambarkan apa yang ada di dalam benaknya. Dia lalu berkeliling ruangan untuk mengamati siapa saja di antara anak-anak itu yang dapat menangkap pesannya dan siapa yang tidak. Robert ternyata mampu menangkap pesan itu. Sebab itu, Robert dan beberapa anak yang berbakat lainnya dipilih dan dimasukkan ke dalam sesi pelatihan khusus tanpa sepengetahuan orangtua mereka.

Di kemudian hari, apa yang dilakukan sang instruktur ini diketahui sebagai “Talent Project”, yang merupakan salah satu bagian dari proyek besar bernama MK-Ultra.

Anak-anak yang terpilih kemudian dilatih secara khusus sehingga mereka tidak saja memiliki dua kepribadian, bahkan empat kepribadian, multiple personality. Setiap anak diberikan satu anchor atau kata kunci, berupa kata, gambar, atau bunyi tertentu, di mana setiap anchor akan mengaktifkan kepribadian atau peran tertentu yang harus dilakukan sang anak. Robert Duncan O’Finioan saat itu disiapkan secara khusus bersama anak-anak berbakat lainya untuk dijadikan tentara masa depan, yang bisa diaktifkan user-nya kapan pun dibutuhkan.


Mereka melewati berbagai proyek percontohan seperti Talent Project yang merupakan operasi rahasia untuk menemukan anak-anak yang berbakat khusus, lalu Phoenix Project—kelanjutan Talent Project yang akan menciptakan anak-anak berbakat khusus itu untuk menjadi unit tempur spesial yang mampu memukul musuh dan bahkan membunuhnya dengan cara-cara yang tidak lazim, dan kemudian Ultimate Warrior Project sebagai tahap terakhir dimana semua anak yang telah lulus melewati rangkaian seleksi akan dijadikan Tentara Super yang memiliki kemampuan supranatural.

Semua proyek bersifat rahasia. Bahkan di dalam internal CIA sendiri, hanya beberapa orang petinggi yang mengetahuinya.

Salah satu operasi milier yang pernah diikuti oleh Robert Duncan ketika masih berusia 13 tahun adalah menolong satu kompi pasukan reguler Amerika yang terkepung di Kamboja tahun 1970-an. Dalam satu operasi hitam (Black Operation), Robert bersama sebelas anak lainnya berusia 7-12 tahun diterjunkan dari helikopter. Begitu mereka diturnkan dari helikopter, peluru musuh berdesingan, namun ajaib, tak satu pun yang terkena.

Dipimpin Robert Duncan, mereka membentuk formasi setengah lingkaran lalu secara serentak mengangkat tangan ke atas. Terlihat cahaya menyilaukan dari tangan mereka seperti lampu blitz. Pada saat itu juga semua musuh mati bergelimpangan, dan tentara AS pun selamat. Ini kisah seperti kisah fiktif. Namun beberapa sumber mengatakan jika hal ini adalah benar adanya. Kalau pun tidak dirilis secara umum, karena ini menyangkut satu test-case bagi proyek rahasia.

Kisah nyata tentang Robert Duncan O’Finioan bisa kita lihat disitus pribadinya (www.duncanofinioan.com). Kisah Duncan juga disinggung secara panjang lebar dalam buku yang ditulis Richard Claproth, Ph.D, seorang praktisi Hipnoterapi dan Pakar Past Life Regression, berjudul “Dahsyatnya Bahaya Aktivasi Otak Tengah: Menguak Kontroversi Aktivasi Otak Tengah & Hipnosis Massal Secara Investigatif” (2010).

Di Indonesia, lembaga-lembaga pelatihan, aktivasi, optimalisasi, atau apa pun namanya yang menawarkan ‘anak bisa jenius dalam waktu singkat’ beberapa tahun belakangan ini tumbuh bagai jamur di musim hujan. Biayanya pun mencapai jutaan rupiah. Jika kita mencermati sistem dan strategi pelatihannya, semuanya mirip dengan apa yang telah Robert alami dahulu. Apakah fenomena ini terkait dengan Mind Controlling atau Mind Programming yang memang telah diteliti dan dikembangkan CIA sejak era Perang Dunia II? Apakah ini merupakan salah satu bagian dari konspirasi mereka dalam mempersiapkan prajurit-prajurit masa depan untuk menyongsong kedatangan Dajjal di akhir zaman?


sourche : eramuslim
17.08 | 0 komentar

Istri Ben Ali ternyata "agen Mossad"

Pengawal Presiden Tunisia yang digulingkan Zen El Abedeen Ben Ali telah mengatakan bahwa Ben Ali dan istrinya Laila El Trabolsi adalah pendukung Israel. Abdel Rahman Sobeir juga mengklaim bahwa El Trabolsi adalah agen Mossad yang terlibat dalam pembunuhan beberapa pemimpin Palestina ketika mereka diasingkan di Tunisia.

Sobeir mengungkapkan informasi sensitif ini melalui Facebook. Ia menuduh mantan presiden Tunisia dan istrinya serta menantu tertua mereka Selim Shaiboub, bersama dengan sejumlah pemimpin keamanan senior, terlibat dalam kegiatan kriminal.

Menurut laporan dalam surat kabar Al Shorouk Aljazair, pada tahun 1991, Laila Ben Ali merekrut dua agen di badan intelijen Tunisia untuk membunuh seorang pengusaha Tunisia yang merupakan teman dekat Ben Ali, tetapi telah menentang pernikahan Laila dengan presiden yang digulingkan itu.

"Anak Ben Ali ipar berada di balik kematian seorang gadis empat tahun di wilayah Radeif pada tahun 1992, suatu tindakan yang berhasilkan dibuktikan oleh peneliti keamanan negara," klaim Sobeir. Dia menambahkan bahwa ada banyak harta karun di Istana Carthage selain dari yang telah diungkapkan. Harta itu termasuk perhiasan emas dan safir yang dibawa oleh Leila dan kakaknya, Belhasan.


althaf/arrahmah.com
17.02 | 0 komentar

Laporan untuk Kongres AS mengenai SBY dalam pemilu 2004

Amerika selalu menjatuhkan para penguasa yang sebelumnya mereka dukung. Ibarat pepatah, habis manis sepah dibuang.

Barangkali presiden seperti Susilo Bambang Yudhoyono tiada duanya di dunia ini. Hanya dia satu-satunya orang di luar Amerika, bukan warga Amerika dan bukan pula keturunan Amerika yang pernah berucap ‘’I love the United States with all its faults. I consider that its my second country.’’ Saya cinta Amerika Serikat dengan segala kesalahannya. Saya anggap Amerika Serikat negeri saya yang kedua, begitulah kira-kira terjemahannya. Ungkapan itu diucapkan SBY sebelum menjadi presiden ketika mengunjungi Amerika Serikat tahun 2003 lalu dan dimuat International Herald Tribune.

Sementara dukungan Amerika Serikat terhadap SBY baru terungkap saat Wikileaks membocorkan laporan untuk Kongres AS mengenai SBY dalam pemilu 2004. Dalam laporan itu, SBY dijuluki sebagai “the thinking general” atau “jenderal pemikir”. Di laporan itu pula disebutkan bahwa AS kurang setuju kalau Wiranto ataupun Megawati yang menang. Wiranto dianggap ancaman bagi kepentingan AS, sedangkan Megawati dianggap pemerintahannya korup. Dengan demikian, sangat jelas sekali bahwa AS mendukung SBY secara politik untuk memenangkan pemilu 2004.

Terbukti, dalam dua periode pemerintahannya, SBY bukan saja setia dalam menjalankan agenda neoliberalisme, tetapi juga sukses menjadikan Indonesia sebagai “negara boneka” imperialis AS yang paling loyal. Seluruh rakyat Indonesia mengetahui bagaimana perlakuan SBY ketika menyambut kehadiran dua Presiden AS saat berkunjung ke Indonesia, George W Bush dan Barack Obama. Bayangkan biaya sambutan kunjungan Bush ke Bogor yang hanya enam jam pada tahun 2006 menghabiskan biaya Rp. 6 milyar. Padahal, kata mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bila kita yang ke AS tidak ada penyambutan mewah. JK bercerita, jangankan sambutan mewah, saat dirinya berkunjung ke AS tak ada liputan live di televisi. Muncul di koran hanya kolom kecil saja.

Sementara pengamat ekonomi politik dari Northwestern University, AS, Profesor Jeffrey Winters mengatakan bahwa SBY tak membuat AS pusing. Adalah fakta bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat menyukai SBY karena selama berkuasa SBY tak pernah membuat pusing mereka dan memainkan agenda Barat dengan sangat baik.

“Saya rasa Amerika Serikat dan negara Barat senang pada SBY justru karena dia mediocre (rata-rata). Dia tidak membuat Amerika pusing dan dia itu good boy,” ujarnya Jeffrey.

Lihatlah bagaimana pemerintahan SBY terus memberikan konsesi pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia kepada perusahaan-perusahaan AS. Sebutlah misalnya tambang minyak bumi di Cepu yang diberikan kepada Exxon Mobil, tambang emas di NTB yang diberikan kepada Newmont, pengelolaan minyak dan gas yang diberikan kepada Chevron, hingga perusahaan ini bisa memproduksi sekitar 40 persen minyak mentah Indonesia. Demikian pula Freeport yang kontrak karyanya untuk menguras emas dan uranium di Papua terus diperpanjang. (selengkapnya lihat box)

Dalam agenda perang melawan terorisme (war against terrorism), SBY juga menjadi pengikut setia Amerika. Lihatlah bagaimana orang tua seperti Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang hingga kini terus mendapatkan perlakuan zalim. Bukan main tuduhan yang disangkakan kepada pengasuh Pondok Pesantren Ngruki itu. Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu kini harus menjalani persidangan ‘rekayasa’ dengan tuduhan tuduhan menyetujui dan mendanai pelatihan militer di Aceh. Beliau juga dituduh melakukan provokasi untuk melakukan teror. Ancaman hukumannya adalah hukuman mati. Ustadz Abu sendiri melihat kezaliman yang sekarang dialaminya adalah berdasarkan pesanan dari Amerika.

Tetapi bukan Amerika namanya jika hanya menyandarkan kepentingannya kepada satu agen saja. Begitulah, sejak awal dan sampai sekarang, AS selalu menjadikan proposal “good governance” dan “clean government” untuk mencari agen-agen barunya. SBY memang loyal kepada Amerika, tetapi banyak berkompromi dengan kepentingan konglomerat dan politisi yang dianggap korup di Indonesia.

Lihatlah bagaimana SBY lebih memilih melepas Sri Mulyani, ‘anak didik’ terbaik AS di Indonesia, ketimbang membuang Aburizal Bakrie. SBY juga banyak melakukan kompromi politik dengan kekuatan politik lain untuk mengamankan kekuasannya hingga 2014. Dengan melakukan banyak sekali kompromi politik, maka SBY pun harus memberikan konsesi kepada sekutu-sekutunya tersebut.

Oleh karena itu, sangat mudah bagi kita untuk memahami bagaimana politik standar ganda dijalankan AS kepada boneka-bonekanya: di satu sisi, memeluk SBY dan menjadikannya ikon demokratis di dunia, tetapi di sisi lain, juga memberi catatan-catatan buruk tentang angka korupsi dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Tergulingnya Boneka Amerika

Pengalaman adalah guru terbaik. Mestinya SBY paham betul dengan ungkapan sederhana itu. Pengkhianatan Amerika terhadap para penguasa diktaktor yang awalnya mereka dukung diceritakan oleh seorang ‘ekonom perusak’ John Perkins melalui dua buah bukunya, “Confessions of an Economic Hit Man” dan “The Secret History of The America Empire; Economic Hit Men, Jakals and The Truth about Global Coruption”. Perkins menceritakan Amerika tak segan-segan menghabisi para penguasa yang dinilainya sudah tidak lagi memberikan kemanfaatan bagi mereka atau yang melawan kepentingan mereka.

Dalam dokumen berjudul “The West’s Weapons of Mass Destruction and Colonialist Foreign Policy; The Assesment of The Muslim Community in Britain”, disebutkan bahwa Amerika dan Barat adalah aktor di belakang naiknya sejumlah penguasa diktaktor sekaligus aktor yang menurunkan para penguasa itu. Sebutlah misalnya mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf, mantan Presiden Indonesia Jenderal Soeharto, mantan Presiden Filipina Ferdinand Marcos, mantan Presiden Pakistan Jenderal Zia ul Haq, mantan Presiden Chili Jenderal Augustine Pinochet, mantan shah Iran Reza Pahlavi dan mantan Presiden Irak Saddam Hussein. Masih ada sederetan nama lainnya.

Dokumen itu pada akhir Februari lalu diperkuat laporan situs Al-Jazeera Arab. Dalam laporannya Al Jazeera menerbitkan sebuah artikel yang menuliskan daftar mantan sekutu Washington yang dihargai ketika berkuasa tetapi dibuang setelah pemecatan mereka.

Artikel itu menyebutkan nama mantan Shah Iran, Mohammad Reza Pahlevi, sebagai contoh eksplisit pengkhianatan Amerika pada diktator tersebut. Mantan Presiden AS Jimmy Carter, pernah menggambarkan Iran sebagai "sebuah pulau dengan stabilitas" di bawah Shah, tetapi ia kemudian berbalik meninggalkan dukungan untuk monarki tersebut. AS bahkan menolak Pahlevi masuk untuk melakukan perawatan kanker setelah ia kehilangan kekuasaan pasca pemberontakan rakyat Iran tahun 1979.

Penguasa satu hari dari Filipina, Ferdinand Marcos, yang telah dibawa ke tampuk kekuasaan oleh AS pada tahun 1965, membalas budi tersebut dengan menjadikan negaranya sebagai wakil dari Amerika Serikat di Asia Tenggara. Tetapi hal ini tidak mampu menyelamatkannya dari Revolusi Kekuatan Rakyat yang dipimpin oleh Corazon Aquino.

Setelah revolusi 1986 Sudan, diktator Jafaar Nimeiri juga ditolak untuk mendapatkan suaka politik ke Amerika Serikat. Sudan di bawah pemerintahan Nimeiri diduga memungkinkan Amerika untuk menguburkan limbah nuklirnya di negara Afrika tersebut dan membantu orang-orang Yahudi bermigrasi dari Ethiopia ke wilayah Palestina yang diduduki.

Mantan penguasa Panama Manuel Noriega, saat ini dipenjarakan di Perancis, juga membantu memperkuat kontrol Amerika atas negaranya dan Terusan Panama. Tetapi Washington kemudian menyingkirkan apa yang dianggap sebagai beban dengan mengirimkan sebuah unit militer ke Panama untuk menahannya dan menyerahkan Noriega ke pejabat penjara AS.

Pada tahun 2008, mantan Presiden AS George W. Bush meninggalkan dukungan bagi sekutu dekat Asia-nya, mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf, sementara oposisi tumbuh berkembang terhadap mantan jenderal yang telah memainkan peran penting dalam perang Bush yang disebut Perang Terhadap Teror (War on Terror).

Sementara baru-baru ini, diktator Tunisia Zine El Abidine Ben Ali telah berhadapan dengan nasib yang sama sementara berbagai media memberitakan bahwa AS menyarankan dan mengatur untuk mengakhiri pemerintahan diktator yang telah berjalan selama 23 tahun di negara ini.

Setelah pengusiran Ben Ali, mantan penguasa Mesir Hosni Mubarak harus mundur setelah jutaan rakyatnya melangsungkan aksi unjuk rasa selama 18 hari. Mubarak juga sekutu AS, mendukung kebijakan Washington terutama dalam hubungannya dengan Israel dan blokade atas Jalur Gaza. Atas jasanya itu, Amerika setiap tahunnya memberikan bantuan kepada Mesir sebesar 1,3 Milyar dollar.

Bayang-bayang Penggulingan Khaddafi

Kini ancaman yang sama sedang menghantui penguasa Libya, Muamar Khaddafi. Serangan Amerika dan NATO ke Libya diyakini dengan membawa misi penggulingan presiden berpangkat kolonel tersebut.

Hanya saja, menurut Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana, bila benar serangan koalisi untuk menggulingkan Khaddafi, koalisi telah mencampuri urusan dalam negeri Libya. “Jelas ini melanggar hukum internasional.”, kata Hikmahanto. Alasannya, Pasal 2 Ayat (7) Piagam PBB menegaskan prinsip nonintervensi. Belum lagi Resolusi 1973 yang dalam konsideransnya menegaskan: resolusi diterbitkan dengan memerhatikan kedaulatan, keutuhan, dan persatuan Libya.

Isu lain selain penggulingan Khaddafi adalah penguasaan minyak. Menurut Hikmahanto, isu ini mencuat sebab krisis di Libya melejitkan harga minyak, yang tentu berakibat pada perekonomian negara koalisi dan dunia. Ada pula rencana Khadafy menasionalisasi perusahaan minyak asal negara yang tergabung dalam koalisi. Lebih jauh ada yang menduga serangan dilakukan agar negara koalisi dapat mengendalikan harga minyak dan pasokan.

Selain Khaddafi, saat ini bayang-bayang pengkhianatan Amerika juga tengah menghantui Presiden Suriah, Bashar Al Assad, dan penguasa boneka AS di Timur Tengah lainnya.

SBY, sebagai sekutu AS di Asia Tenggara juga tak boleh merasa aman. Menurut bocoran WikiLeaks yang dikutip oleh surat kabar Australia The Age beberaapa waktu lalu, meski SBY menang besar dalam Pemilu 2009, karena kontroversi yang dilakukannya, menurut Kedubes AS di Jakarta, populeritasnya turun dengan sangat cepat. Kedubes mengatakan: SBY sedang menuju kelumpuhan. Apa artinya?.

Sepertinya memang tidak akan ada penguasa boneka yang bakal selamat dari pengkhianatan Amerika. Amerika akan terus menerus mengkhianati penguasa-penguasa buatannya. Sebab bagi Amerika, tidak ada kawan atau lawan yang abadi. Yang ada adalah kepentingan yang abadi.

Maha Suci Allah yang telah menurunkan aturan yang mengharamkan seorang muslim berkawan dengan orang kafir, menjadikan mereka sebagai pelindung dan teman kepercayaan.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”
(TQS Ali Imran [3]: 118)
22.33 | 0 komentar

Korporasi AS Cengkeram Indonesia


Korporasi AS Cengkeram Indonesia

Berikut beberapa perusahaan AS yang mencengkeram dan meraup keuntungan dari kekayaan alam Indonesia. Exxon dan Chevron termasuk 10 besar perusahaan raksasa AS di Indonesia.

Exxon Mobil

Perusahaan Exxon Mobil atau ExxonMobil, bermarkas di Texas, adalah sebuah perusahaan penghasil dan pengecer minyak yang dibentuk pada 30 November 1999 melalui penggabungan Exxon dan Mobil. ExxonMobil adalah orang tua perusahaan Exxon, Mobil dan Esso di seluruh dunia.

ExxonMobil merupakan perusahaan terbuka yang terbesar di dunia. Keuntungan operasinya pada 2005 sebesar AS$36,13 miliar (sebuah rekor untuk perusahaan diperdagangkan publik), sedikit lebih kecil dari PDB Azerbaijan, sedangkan peendapatannya lebih besar dari PDB Arab Saudi. ExxonMobil berkantor pusat di Irving, Texas. Bersama dengan Shell, BP dan Total, Exxon Mobil merupakan empat perusahaan minyak terbesar di dunia.

Di Indonesia, Exxon Mobil mengoperasikan Lapangan Arun di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bagi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BPMIGAS). ExxonMobil memegang 45 persen dari total saham partisipasi Blok Cepu dan berperan sebagai operator mewakili para Kontraktor. Penguasaan blok Cepu akan berlangsung sampai tahun 2036. Pada tahun 2008, PT Exxon Mobil meraup keuntungan Rp 444.7 triliun atau Rp 1, 2 trilun per hari.

Chevron

Chevron Corp merupakan salah satu pemain minyak, pertambangan dan energi terbesar dunia asal Amerika Serikat. Selain di bisnis minyak, Cevron juga bergerak di sektor pertambangan, pembangkit, petrokimia dan energi. Di Indonesia, Chevron juga mengelola sejumlah ladang minyak dan gas melalui PT Chevron Pacific Indonesia. Salah satunya adalah di Riau. Chevron memproduksi sekitar 40 persen minyak mentah Indonesia. Chevron juga tengah mencari cadangan minyak dan gas dari Sumatera hingga lepas pantai Kalimantan Timur. Chevron juga menjual pelumas lewat PT Chevron Oil Products Indonesia. Pada tahun 2008 Chevron meraup laba Rp. 204, 7 triliyun.

Freeport

PT. Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pejahat dan perampok Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. Perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil emas, juga uranium, terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Erstberg (dari 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Freeport berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan US$ 2,16 miliar per tahunnya. Freeport bakal menguasai pertambangan di Papua sampai dengan 2041.

Newmont

Newmont merupakan salah satu produsen emas terbesar dunia asal Amerika Serikat. Melalui PT Newmont Nusa Tenggara juga menjadi penambang emas dan tembaga besar di Indonesia. Newmont memiliki konsesi tambang emas dan tembaga di Lapangan Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Newmont mempekerjakan sekitar 8000 orang karyawan. Cadangan emas dan tembaga Lapangan Batu Hijau diperkirakan mencapai 1,1 miliar ton dan bisa bertahan hingga 2027. Newmont sedang mengeksplorasi lapangan lain, seperti Elang. Pada 2009 Newmont membukukan laba bersih US$ 642,900 juta.
22.27 | 0 komentar

Taliban Sebut Pasukan Inggris di Afghanistan sebagai "Keledai"

Inggris berisiko kalah perang di Afghanistan karena komandan pasukan Inggris lebih peduli melindungi prajuritnya daripada mengalahkan Taliban, seorang perwira senior militer memperingatkan.

Perwira itu mengecam strategi Inggris di provinsi Helmand selatan, di mana pasukan Inggris ditempatkan sebagai bagian dari operasi yang dipimpin NATO di Afghanistan. Petugas senior militer tersebut mengatakan tentara Inggris sekarang sarat dengan peralatan militer mereka namun tidak mampu melancarkan serangan efektif melawan Taliban.

Menurut petugas militer anonim, Taliban telah menjuluki pasukan Inggris sebagai "keledai" yang bergerak dalam sebuah "goyangan" taktis karena mereka sekarang membawa peralatan militer berat yang rata-rata seberat 110 kg ke medan pertempuran.

Konsekuensi dari strategi tersebut, katanya, adalah bahwa "infanteri kita menemukan hampir tidak mungkin untuk melindungi diri dari musuh karena musuh dua kali lebih cepat untuk bergerak dan melakukan aksi."

Petugas militer itu menyatakan bahwa pada akhir sebuah patroli empat jam yang berlangsung rutin, tentara Inggris terpaksa membuat keputusan taktis mendasar karena mereka secara fisik dan mental telah mengalami kelelahan.

"Kami sampai ke titik di mana kami kalah karena banyak orang membuat kesalahan karena mereka menjadi terancam akibat dari persenjataan yang kami bawa daripada diselamatkan oleh peralatan militer tersebut," dia memperingatkan.

Struktur komando militer Inggris di Afghanistan juga menuai kritik dan digambarkan sebagai membengkak lebih dari sistem yang kompleks yang menghabiskan potensi dari operasi militer.



arrahmah
20.16 | 0 komentar

Pelesiran Komisi I berdalih komparasi UU Intelijen dan Alutsista?

Anggota Komisi I DPR RI (bidang Luar Negeri, Pertahanan, Intelijen, Komunikasi-Informasi), Zaki Iskandar mengatakan, banyak hal amat bermanfaat bagi Negara terkait misi komisinya ke Eropa dan Amerika, termasuk mengkomparasi UU Intelijen serta pengembangan Alutsista.

"Terima kasih benyak atas dukungannya. Kami Komisi I memang telah membuat program-program yang sangat jelas dalam kunjungan kerja kali ini," ujar Politis Muda Partai Golkar ini, melalui hubungan telepon internasional, Senin (18/4/2011).

Sekalipun begitu, ia dkk menganggap positif tentang masih adanya pihak kurang memahami bahkan mengeritik agenda Kunker ke LN sebagai aktivitas menghambur-hamburkan uang, dan momentumnya kurang pas, karena DPR tengah disorot soal pembangunan gedung barunya.

"Saya dapat jelaskan, selain tentang Alat Utama Utama Sistem Persenjataan (Alusista) dan Badan Usaha Milik Negara Strategis (BUMNIS) di bidang produksi peralatan militer," ujaranya.

Lebih dari itu, menurutnya, komisinya pun akan bertemu para Senator dalam rangka komparasi Undang Undang (UU) Intelijen, UU Penyiaran dan UU Pemberdayaan BUMNIS Peralatan Militer.

"Semua ini kami programkan untk memperkuat seluruh Rancangan Undang Undang (RUU) yang sedang Komisi I selesaikan tersebut," katanya.

Ini penting, demikian Zaki Iskandar, agar seluruh RUU tersebut menjadi UU yang valid dan kuat dalam mengantisipasi semua hal.

"Contohnya perkembangan teknologi (menyangkut Alutsista dan peralatan militer, penyiaran) dll," tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya memang sudah berusaha dengan mencoba mencari data melalui internet, tapi tidak bisa berdiskusi langsung (untuk mendapatkan kejelasan sedetilnya).

"Karena mitra-mitra diskusi Komisi I tidak akan kirim infonya via `email` atau surat-surat dalam bentuk lain yang menyangkut rahasia-rahasia Negara, mungkin karena pengalaman skandal `Wikileaks`," ungkapnya.

Bilateral Dengan Turki

Sementara itu, mengenai kunjungan ke Turki, demikian Zaki Iskandar, dijadualkan bertemu langsung dengan Presiden Negara tersebut.

"Kami akan membahas kelanjutan dari pembicaraan bilateral antar kedua negara, khususnya di bidang kerjasama pertahanan dan yang lainnya," ujarnya.

Selain itu semua, lanjutnya, kunjungan Komisi I DPR pun akan langsung mengecek kegiatan beberapa Kedutaan Besar (Kedubes) dan Konsulat RI di Luar Negri.

"Antar lain, dengan bertemu langsung dengan WNI kita di luar dalam rangka mengawasi dan mengevaluasi kinerja para diplomat kita," ujarnya.

Bagi Zaki Iskandar, ini semua merupakan tugas-tugas pokok Komisi I DPR RI.

"Kenyataannya, seharusnya justru Komisi I yang banyak melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke LN, tetapi malah kami yang paling sedikit melakukan itu," ungkapnya.

Itu terjadi, karena Zaki Iskandar dkk sudah sepakat, kalau Komisi I DPR RI Kunker ke LN, semua harus dengan program yang jelas, dan sesuai kebutuhan kerja Dewan.

"Jadi kunjungan Komisi I dapat terlaksana dengan efektif, efisien dan produktif. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas pengertian dan dukungan ANTARA," pungkas Zaki Iskandar.


Sumber : arrahmah media

12.34 | 0 komentar

TNI AU beli suku cadang lewat pasar gelap

TNI Angkatan Udara (AU) diketahui melakukan pembelian suku
cadang melalui pasar gelap (black market) untuk mengatasi kesulitan suku
cadang akibat embargo dari Amerika Serikat.
Modus seperti itu juga direkomendasikan kepada Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono untuk terus dilanjutkan jika AS tidak mencabut embargo alat
persenjataan terhadap Indonesia.

Pembelian suku cadang melalui pasar gelap itu terungkap dari dokumen milik
TNI AU yang diserahkan kepada Presiden Yudhoyono sebelum berangkat ke AS
guna lobi pencabutan embargo senjata beberapa waktu lalu.

Dalam dokumen yang salinannya sempat dibaca Bisnis itu, TNI AU juga
merekomendasikan agar cara pembelian melalui pasar gelap ini terus
dilanjutkan sebagai jalan keluar jika pemerintah AS berkeras tidak mau
mencabut embargo.

Dari dokumen tersebut, disebutkan konsekuensi dari pembelian melalui pasar
gelap adalah biaya yang ditanggung pemerintah menjadi jauh lebih besar,
karena harga suku cadang di pasar gelap lebih mahal.

Selain itu, TNI AU juga mendapatkan pasokan suku cadang F-16 dan F-15 dari
Malaysia dan Singapura yang menjual secara diam-diam karena jika diketahui
akan dilarang pemerintah AS.

Di Madiun, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengakui kondisi alat utama
sistem pertahanan (alutsista) TNI AU, khususnya di Pangkalan TNI AU (Lanud)
Iswahjudi, sangat memprihatinkan.

"Apalagi kalau hal ini dihadapkan dengan tugas pokok TNI AU untuk melindungi
wilayah udara nasional yang begitu luas, jelas ini tidak memadai," ujarnya
kemarin, seperti dikutip Antara.

Mengenai embargo suku cadang pesawat tempur TNI AU oleh AS, dia mengatakan
pihaknya telah melakukan berbagai upaya diplomasi, namun hasilnya baru akan
diketahui setelah Kongres AS memutuskannya pada Oktober mendatang.

Sementara itu, dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Jakarta kemarin,
Kepala Staf TNI AU Marsekal Djoko Suyanto mengungkapkan embargo dari AS
tidak hanya berlaku bagi pembelian suku cadang di negara itu saja, tapi juga
berdampak pada pembelian suku cadang dari negara lain.

"Saat ini ada engine F-16 yang sudah siap dikirim dari Korea, tapi hingga
sekarang belum dikirim karena mereka dilarang AS. Begitu juga ada engine F-5
kita dari Brasil tidak dapat dikirim karena dilarang AS," jelasnya.

KSAU menilai larangan tersebut tidak wajar karena dalam persepsinya engine
pesawat tidak termasuk dalam peralatan tempur yang dilarang
diperjual-belikan oleh AS.

"Kami menanggap engine pesawat tidak termasuk dalam lethal weapon yang
diembargo. Tapi mereka [AS] menyatakan hal tersebut juga termasuk [dalam
embargo]. Jika demikian sama saja dengan embargo terhadap seluruh pesawat,
tidak hanya lethal weapon semacam rudal dan bom," tutur Djoko.

Karena itu, untuk mengatasi embargo, ujarnya, TNI AU sudah memikirkan
pengadaan pesawat tempur pengganti dari Rusia, Polandia, Cekoslowakia,
India, China, Korea dan Eropa secara bertahap untuk mengurangi
ketergantungan dari AS.

Pada 2005 ini TNI AU telah mengajukan pembelian enam unit pesawat Sukhoi
27/30 melalui mekanisme kredit ekspor dengan nilai US$310 juta.

Pembelian bermasalah

Dalam raker tersebut, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Bintang
Reformasi (PBR) Ade Daud Nasution mengecam pembelian dan pengadaan peralatan
TNI AU yang menggunakan kredit ekspor tahun anggaran (TA) 2004.

"Kenapa pembelian dan pengadaan peralatan tidak langsung dari pabriknya?
Seperti Fortis Bank, itu hanya leasing, bukan pabrik. Lalu ada rencana
pembelian Sukhoi melalui bank di Inggris, padahal Sukhoi itu buatan Rusia,"
tegasnya.

Dalam program kredit ekspor TA 2004, TNI AU diketahui melakukan empat
kontrak dengan Fortis Bank, yaitu pengadaan dan instalasi peralatan operasi
Kosekhaudnas I senilai US$9 juta, Kosekhanudnas IV senilai US$9,4 juta,
pengadaan simulator heli Super Puma tahap I senilai US$12 juta dan Lanj Daan
Batch III helikopter NAS-332 Super Puma sebesar US$7 juta.

Total kredit ekspor TA 2004 tercatat US$134 juta dengan 12 kontrak yag
melibatkan Deutsch Bank, BNP Paribas Corporate Bank, China National
Precision Machinery, dan Delamore Investment Bank.

Sementara anggota Komisi I dari Fraksi PAN Djoko Susilo menegaskan terlalu
banyak lender (kreditor) dari Singapura dalam pengadaan peralatan TNI
melalui mekanisme kredit ekspor.

Menanggapi hal itu, KSAU Marsekal Djoko Suyanto mengungkapkan sudah ada
instruksi dari Menhan Juwono Sudarsono untuk tidak lagi melibatkan kreditor
dari Singapura.

"Alasanya Singapura bukan produsen pesawat tempur. Tapi memang kontrak yang
sudah ditandatangani tidak bisa dicabut karena nanti dampaknya pada hukum
perdata. Ke depan kita akan usahakan melakukan pembelian G to G sehingga
tidak lagi melibatkan pihak ketiga," katanya.



http://groups.yahoo.com/group/nasional-list/message/15817
12.31 | 0 komentar

Siapakah Sesungguhnya Para Perompak Somalia?

Rakyat Indonesia hari ini sedang dirudung keprihatinan karena belasan pelautnya tengah disandera pembajak Somalia. Dalam sebuah berita online tentang perompak Somalia, ada seorang komentator yang bertanya, "Mengapa negara-negara Barat mau bersepakat menyerbu Libya, tetapi tidak ada tindakan yang mereka ambil untuk mengamankan Teluk Aden?

Sungguh sebuah pertanyaan yang kritis. Ya, mengapa perompak Somalia ‘dibiarkan' sedemikian merajalela? Masa sih AS dan NATO dengan persenjataan mereka yang sangat canggih tak mampu menumpas pembajak laut dari sebuah negara sangat-sangat miskin, Somalia?

Mengenai indikasi ‘pembiaran' perompak Somalia itu, dengan mengutip analisis William Engdahl dari Global Research. Singkatnya begini, AS yang melancarkan serangan ke Yaman dengan alasan ‘mengejar Al Qaeda', sesungguhnya menghendaki perubahan rezim di sana. Yaman berbatasan dengan Arab Saudi di utara, Laut Merah di Barat, Teluk Aden dan Laut Arab di selatan, di seberang Teluk Aden ada Somalia, Jibouti. Di sebelah Jibouti berderet Eritrea, Sudan, dan Mesir. Dengan demikian, semua negara itu (Arab Saudi, Mesir, Somalia, Jibouti, Eritrea, Sudan, dan Yaman saling berhadapan dengan Selat Mandab (Bab el Mandab) yang super-strategis.Tanker-tanker minyak dari Teluk Persia harus lewat ke Selat Mandab, baru kemudian melewati Kanal Suez, dan menuju Mediterania.

Menurut Engdahl, jika AS punya alasan yang diterima opini publik internasional untuk memiliterisasi Selat Mandab, AS akan punya kartu truf di hadapan Uni Eropa dan China bila mereka ‘berani' di hadapan AS. Suplai energi China dan Eropa sangat bergantung dari Selat Mandab. Bahkan Selat Mandab bisa dipakai AS untuk menekan Arab Saudi agar tetap melakukan transaksi dalam dollar Amerika (sebagaimana pernah diberitakan media, Arab Saudi dan beberapa negara -termasuk Iran-pernah melontarkan keinginan untuk melakukan transaksi tidak dengan dollar). Engdahl juga menyebutkan adanya informasi dari Washington bahwa ada sumber minyak yang luar biasa besar di Yaman, yang sama sekali belum dieksplorasi.

Engdahl kemudian menyoroti kasus bajak laut Somalia yang membuat kacau di Selat Mandab selama dua tahun terakhir. Pertanyaannya: bagaimana mungkin bajak laut dari Somalia, sebuah negara yang berada di nomor teratas dalam list ‘negara gagal' (failed state) sampai punya senjata dan logistik yang canggih, sampai-sampai dalam dua tahun terakhir mampu membajak 80 kapal dari berbagai negara? Bahkan pembajak Somalia itu memakai gaya-gaya penjahat di negara maju: menelpon langsung kantor koran Times di Inggris, memberitahukan bahwa mereka sudah membajak. Saat ini, tercatat ada 56 kapal asing yang masih berada dalam ‘tawanan' pembajak Somalia beserta 800-an awak kapalnya. Selain kapal Indonesia "Sinar Kudus", ada kapal FV NN Iran yang ditawan sejak 2 Maret 2009 bersama 29 krunya.

Merajalelanya perompak Somalia di Selat Mandab memberi alasan kepada AS untuk menaruh kapal perangnya di sana. Pemerintah Mesir, Sudan, Jibouti, Eritrea, Somalia, Arab Saudi, sudah terkooptasi oleh AS sehingga diperkirakan tidak akan memberikan reaksi negatif bagi militerisasi AS di Selat Mandab. Kini, masih ada satu negara di sekeliling Selat Mandab yang masih perlu ditaklukkan: Yaman.
Pemerintah Yaman memang pro-AS, tapi masalahnya, Presiden Ali Abdullah Saleh tidak cukup kuat untuk mengontrol negaranya, karena itulah dia harus ‘digulingkan'. Aksi-aksi protes di Yaman saat ini, karenanya, sangat bersesuaian dengan keinginan AS.

Analisis Engdahl ini terasa klop dengan laporan dari AFP yang merilis pernyataan dari pejabat Interpol. Menurut mereka, aksi-aksi pembajakan di lepas laut Somalia dikontrol oleh sindikat kriminal, termasuk orang-orang asing (non-Somalia) yang tergiur oleh kesempatan untuk mendapatkan uang tebusan multi-juta dollar. Para pembajak itu memiliki senjata-senjata dan alat pendeteksi yang sangat canggih sehingga mereka mampu melakukan pembajakan di perairan dengan jarak yang sangat jauh, bahkan mencapai 1.200 nautical mil (=1380,935 mil) di lepas pantai Somalia. Mick Palmer, pejabat Interpol dari Australia, menyatakan bahwa ada bukti yang jelas, yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kecanggihan perlengkapan yang dimiliki para pembajak. "Jadi mereka mendapatkan bantuan yang sangat canggih dalam mendeteksi keberadaan kapal-kapal perdagangan besar," kata Palmer.

Tak heran bila Jean-Michel Louboutin, direktur eksekutif kepolisian di Interpol yang berbasis di Prancis menegaskan, "Ini adalah kejahatan yang terorganisasi."

Lebih jauh lagi, pejabat Interpol itu menjelaskan bahwa pembajak laut Somalia sebenarnya hanya mendapatkan sebagian kecil dari uang tebusan. Rata-rata, setiap dua juta dollar yang mereka dapatkan sebagai uang tebusan, hanya 10.000 dollar yang masuk ke kantong mereka. Sisanya, masuk ke kantong sindikat kriminal. Setengah juta dollar akan diambil oleh orang yang menghantarkan tebusan (biasanya diantarkan dengan helikopter yang mendarat di atas kapal yang dibajak), dan setengah juta dollar lagi diambil oleh negosiator.
Dengan tegas Palmer menyatakan, "Ini adalah sebuah industri besar. Besar sekali uang yang bisa dihasilkan dari pembajakan. Tetapi, para pembajak itu sendiri, banyak di antara mereka adalah remaja miskin, hanya mendapat sebagian kecil saja dari uang itu."
Jadi, bila kita kembali ke pertanyaan yang diajukan komentator di atas, setelah membaca uraian artikel ini, menurut Anda, apa jawabannya?. (irib)

oleh: Dina Y. Sulaeman

konspirasidotcom

12.21 | 0 komentar

Rusia menciptakan kebohongan baru

Setelah Komando Mujahidin Imarah Kaukasus telah membantah tuduhan penjajah Rusia mengenai kematian amir Dokka Abu Usman dalam sebuah serangan bom di dekat Upper Alkun di Ingushetia, propaganda Rusia kembali muncul.

Sekarang, menurut penjajah, basis Mujahidin yang dibombardir, ternyata tempat di mana diduga "pembom bunuh diri Yevloyev disiapkan".

Para petugas FSB menceritakan melalui LifeNews bahwa "bom bunuh diri" dipersiapkan selama dua setengah bulan.

Tepatnya di basis ini diduga tempat diambilnya rekaman video yang kemudian diposting di internet di mana Amir Dokka Abu Usman, Amir Khamzat dan Magomed Yevloyev (Insha Allah syahid) membuat pernyataan singkat.

Perlu diingat bahwa dalam hubungan ini, sebelumnya Rusia mengatakan bahwa basis Mujahidin di dekat desa Upper alkun diduga diberikan oleh Amir Magas, yang yang ditahan dan disiksa.

Namun, referensi tugas Amir Magas tidak diberikan oleh penjajah secara meyakinkan.

Faktanya adalah bahwa basis Mujahidin di dekat desa Upper Alkun menurut sumber KC baru dibangun pada bulan November 2010, yaitu tujuh bulan setelah penangkapan Amir Magas.

Selain itu, basis yang menjadi tanggung jawab Amir Supyan rahimahullah, hanyalah salah satu dari pusat pelatihan Mujahid baru, bukan persiapan bim syahid seperti yang disebut Rusia dan bukan milik Brigade Martir Riyad-us-shalihin.

Jelas, Rusia melakukan propaganda berkali-kali untuk mendapatkan kepercayaan rakyatnya.

Pemboman di basis Mujahidin dikatakan menewaskan 17 orang, namuan pada kenyataannya hanya enam sampai delapan. Lalu dikatakan Amir Dokka Umarov telah tewas dalam pemboman tersebut, lalu dibantah oleh Mujahidin dan kini mereka menampilkan kisah baru.

Namun, kesyahidan Amir Supyan, seorang komandan yang berpengalaman, memang kerugian yang sangat serius bagi Mujahidin dan keberhasilan untuk musuh. Tapi kehilangan ini tidak akan mempengaruhi situasi secara keseluruhan.

Kembalinya Islam dan kembalinya para pemuda Muslim untuk terjun ke medan jihad sepenuhnya proses yang objektif dan mendalam, tidak dapat dihentikan hanya karena pembunuhan seorang pemimpin yang paling menonjol diantara Mujahidin.
02.04 | 0 komentar

Jenderal Pasukan NATO Akui Pasukan Khadafi Terlalu Kuat

Tentara loyal Moammar Khadafi berusaha menyerbu kota Misrata, Jumat (8/4/2011), sementara para jenderal pasukan gabungan NATO mengakui serangan udara tidak bisa membantu pasukan pemberontak untuk menggulingkan Khadafi seorang diri. Demikian diberitakan AP.

Misrata, adalah pos pasukan kelompok oposisi dan dikuasai pasukan Khadafi selama beberapa pekan. Jumat ini, para pemberontak menyatakan pasukan pemerintah terus mendesak masuk ke distrik sebelah timur dan melakukan perlawanan di jalan bersama kelompok pemberontak.

"Mereka mencoba masuk dan mendesak ke arah kota dari sisi timur dan di wilayah yang disebut Eqseer. Kelompok pemberontak terus melakukan perlawanan dan terus menerus bertempur," demikian disampaikan juru bicara kelompok pemberontak, Hassan al-Misrati.

Kepala Komandan pasukan AS-Afrika, Jenderal Carter Ham, mengatakan konflik terus berkelanjutan dan tampaknya kaum pemberontak sulit bertempur sendirian agar bisa masuk ke Tripoli dan menggulingkan Khadafi.

Tribunnews.com
01.57 | 0 komentar

RI Akan Borong 1 Skuadron T-50 Korsel

RI berencana membeli jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan (Korsel) untuk menggantikan jet latih Hawk Mk-53 milik TNI AU yang sudah usang. Bila disepakati, pemerintah akan memborong 1 skuadron T-50.

"Jumlahnya, kalau dengan batas anggaran itu, 1 skuadron," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai rapat tentang 'Keketuaan Indonesia dalam Forum ASEAN' di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2011).

Menurut Menhan, hingga kini kontrak pembelian jet latih tersebut belum ditandatangani. Namun, proses penawaran sudah dilakukan sejak tahun 2010 lalu.

"Itu kontraknya belum dibuat. Tetapi memang itu salah satu pertimbangan kita untuk memperkuat skuadron kita," kata mantan Menteri ESDM ini.

Sebelumnya, Presiden Korea Aerospace Industries (KAI), Kim Hong Kyun, mengumumkan telah mendapatkan lampu hijau dari Menhan RI, meski negosiasi harga dan rincian pembelian belum tuntas. Korsel berharap bisa menjual 16 T-50 ke Indonesia dengan nilai US$ 400 juta atau Rp 3,4 triliun, demikian dilansir kantor berita Yonhap.

Pejabat Korsel mengatakan T-50 bisa juga dipakai untuk serangan udara ringan, selain untuk latihan. Korsel berencana membuat T-50 yang lebih dominan untuk versi tempur.

Rencana pembelian pesawat ini sempat tercoreng aksi agen rahasia Korsel yang mencoba membobol dokumen milik delegasi Indonesia, Februari 2011 silam. Meski demikian, kerja sama pertahanan Korsel dan Indonesia sepertinya tidak terpengaruh.

Pada 2008, Korsel membeli 4 pesawat transport dari Indonesia senilai US$ 90 juta atau Rp 774 miliar untuk fungsi patroli laut. Pada Juli 2010, Indonesia dan Korsel juga melakukan kerja sama untuk mengembangkan jet tempur.
01.25 | 0 komentar

Israel Bentuk Situs Yisrael Chile dan Persiapkan Unit Pasukan Propaganda di Youtube


Saat ini Israel akan meluncurkan satuan unit 'pasukan' yang bertujuan untuk membela zionis Israel dan memperbagus citra di situs berbagi video Youtube. serelah sebelumnya Zionis Israel meluncurkan organisasi bernama Yisrael Chile atau My Israel yang menyiapkan pasukan editor akan diterjunkan ke situs Wikipedia dalam melakukan pembelaan atas Entitas Zionis, disamping memperbagus citra Israel di mata dunia dengan menulis di situs kamus terbesar dunia saat ini, Wikipedia.

Gerakan Yisrael Chile kembali meluncurkan unit pasukan yang akan terjun melakukan propaganda dan pembelaan terhadap zionis Israel di situs berbagi video Youtube.

Situs "Kikar Hishabat" milik yahudi ultra-ortodoks Israel menyatakan bahwa inisiator pembentukan unit ini berdasarkan atas kesimpulan bahwa sebuah gambar bernilai dari seribu kata, dan film pendek lebih bermakna daripada ribuan foto.

Sebagai unit konfrontasi terdepan Israel, Yisrael Chile akan menggunakan film sebagai senjata utama mereka di internet. Dan gerakan Yisrael Chile memutuskan untuk mendirikan komando unit YouTube yang bertujuan untuk memproduksi film dengan cepat dan untuk jangka waktu singkat, dalam upaya untuk melawan aksi anti Israel dan tentara Israel di YouTube. Yisrael Chile juga berusaha untuk menerbitkan film-film yang dihasilkan oleh semua kaum yahudi yang ada di seluruh dunia.

Kepada publik Israel dan seluruh warga Yahudi di dunia, Yisrael Chile menyerukan agar Yahudi dunia mau berkontribusi dalam penyebaran ide serta menjadi relawan untuk memproduksi film-film propanda pro Israel dan melawan isu-isu anti Zionis Israel lewat internet khususnya situs Youtube.(eramuslim)
17.32 | 0 komentar

AS diminta hentikan serangan drone, kurangi operasi CIA di Pakistan

Bersamaan dengan tibanya kepala ISI, Ahmad Shuja Pasha, di Amerika Serikat untuk melakukan pembicaraan dengan Direktur CIA, Leon Panetta, Kepala Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Ashfaq Parvez Kayani, menuntut agar Amerika Serikat mengurangi jumlah agen CIA dan Pasukan Operasi Khusus yang bekerja di Pakistan, lansir Dawn pada Senin (11/4/2011).

Dalam laporan di halaman depannya, New York Times mengutip sumber-sumber informasi di Islamabad yang mengatakan pada hari Senin (11/4) bahwa Jenderal Kayani juga menuntut AS agar hanya menggunakan pesawat tanpa awak CIA untuk menargetkan militan di barat laut Pakistan.

Pada saat yang sama, Presiden Asif Ali Zardari memperingatkan bahwa perang pimpinan Amerika di Afghanistan "sangat mengganggu upaya pemerintahannya untuk mengembalikan lembaga-lembaga demokrasi dan kemakmuran ekonomi Pakistan".

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Guardian, ia mengatakan bahwa selama kunjungannya ke Washington bulan depan ia akan meminta pemerintahan Obama untuk berbagi teknologi drone sehingga serangan udara di yang ditujukan untuk menangani militan di perbatasan bisa dilakukan sendiri oleh Pakistan.

Tentara Pakistan sangat percaya bahwa tujuan nyata Washington di Pakistan adalah untuk mengamankan senjata nuklir milik bangsanya, kata pejabat Pakistan.

Menurut laporan New York Times, AS putus asa dengan ketidakmampuan tentara Pakistan untuk mengalahkan sejumlah kelompok militan, termasuk Taliban dan Al Qaeda, dari wilayah kesukuan meskipun AS sudah memberikan lebih dari $ 1 milyar bantuan per tahun untuk militer Pakistan.

Dalam laporannya di hadapan Kongres, Gedung Putih minggu lalu menggambarkan upaya Pakistan melawan militan sangat mengecewakan.

Pejabat Amerika mengatakan tahun lalu bahwa Pakistan telah mengizinkan maksimal 120 tentara pasukan khusus yang bisa beroperasi di Pakistan. Sementara pejabat Pakistan mengklaim bahwa Amerika telah mencapai kuota yang ditetapkannya.
16.17 | 0 komentar

Categories

Info Detik

Study Islam - Moslem Answer

RYKERS Watch | Yahudi Indonesia

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN