Asalamualaikum ,  Selamat Datang  |  Its Not Diary  |  News And Opini  |  Thanks ?

Begitu banyak hal yang tertutupi dari negara kita sendiri bahkan dari konsep seluruh negara dan percayalah ada segelintir orang bahkan beberapa kelompok pemuja iblis yang mengatur konsep yang ada dan kita jalani saat ini.
Tampilkan postingan dengan label Democrazy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Democrazy. Tampilkan semua postingan

Parlemen kita tak pernah bersyukur

DPR akan tingkatkan dana kegiatan masa reses.

Badan Urusan Rumah Tangga DPR tengah merencanakan kenaikan anggaran selama masa reses dan kegiatan ke luar negeri untuk tahun depan karena anggaran dianggap tidak cukup.

Dana kegiatan reses anggota DPR akan naik dari Rp 1,7 miliar menjadi Rp 3,4 miliar rupiah sementara dana kunjungan ke luar negeri akan naik dari Rp119 miliar menjadi sekitar Rp 217 miliar lebih.

Anggota BURT dari PDI Perjuangan Alexander Litaay mengatakan kenaikan ini diperlukan dan ada sejumlah kegiatan anggota yang luput dari penganggaran sebelumnya.

Namun Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, FITRA, Yuna Farhan mengatakan dana tambahan itu tidak diperlukan karena selama ini pertanggung jawaban penggunaan anggaran dan hasil kerja anggota tidak jelas.

Rencana yang akan dibahas dengan pemerintah ini diajukan tidak lama setelah publik mengkritik rencana pembangunan gedung DPR yang memakan biaya lebih dari satu triliun rupiah.

Kunjungan ke luar negeri

Saat ini Komisi I DPR tengah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat, Prancis, Rusia dan Turki. Ketua Komisi I DPR Mahfud Siddiq mengatakan kunjungan ini untuk mencari masukan tentang kebijakan luar negeri, industri pertahanan dan RUU Intelejen dan dilakukan pada masa reses agar tidak mengganggu agenda kerja di masa sidang.

Mahfud mengaku tidak tahu berapa anggaran kunjungan ini namun ia mengatakan untuk kunjungan ke Turki, setiap anggota DPR harus menutup kekurangan biaya sebesar US$9500.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran menyebutkan anggaran kunjungan kerja ke empat negara itu memakan dana Rp4,5 milyar rupiah dan menurutnya setiap anggota membawa sisa uang saku sebanyak Rp 20 juta.

Apa komentar anda? Apakah dana kegiatan DPR perlu ditambah? Apakah berbagai kegiatan anggota DPR ini ada hasilnya?

13.29 | 0 komentar

Masjid dibongkar paksa

Rabu dinihari (4/5/2011), sejumlah jamaah yang sedang bermalam di Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di jalan Timor Medan Sumut ini begitu panik. Jamaah yang berjumlah sekitar 18 orang ini tiba-tiba disergap oleh sejumlah orang yang kuat dan lebih banyak. Mereka pun dibawa ke Mapolresta Medan. Saat itulah, mereka sadar kalau penyergap mereka merupakan personil aparat keamanan. Pagi itu juga, mereka menyaksikan kalau Masjid Al-Ikhlas sudah rata dengan tanah.

Kejadian ini disikapi keras oleh Forum Umat Islam atau FUI Kota Medan. “Kami mengutuk keras pembongkaran masjid dan penyekapan 18 orang jamaah di Jalan Timor Medan yang dilakukan dengan cara kurang manusiawi,” ucap Ketua II FUI sumut, Afan Lubis dikantor FUI Jalan Brigjen katamso. Rabu (4/5).

Peristiwa ini merupakan kelanjutan dari adanya rencana pembongkaran masjid oleh Kodam I Bukit Barisan yang didengar oleh FUI Medan. Hal ini diperkuat dengan keberadaan tiga truk personil Brimob yang berada di sekitar masjid pada Selasa (3/4). Rencana pembongkaran ini dilakukan karena tanah tersebut diklaim sebagai milik TNI Kodam I Bukit Barisan.

Sebelumnya, FUI Kota Medan yang diwakili Ketua I Bidang Hukum dan Pengerahan Massa Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara Indra Suheri mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan terkait rencana pembongkaran Mesjid Al-Ikhlas. Gugatan itu telah didaftarkan di PN Medan dengan nomor register 220/Pdt.G/2011/PN-Mdn tertanggal 28 April 2011 melalui Tim Pembela Mesjid yang berjumlah 44 orang.

Selain itu, pihaknya juga berupaya mencegah pembongkaran Mesjid Al-Ikhlas dengan mengadukan kasus itu ke Pemprov dan DPRD Sumut, Pemkot, DPRD dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan.

Kepada sejumlah media, pihak TNI yang diwakili Kasdam I/Bukit Barisan Kolonel Arm Broto Guncahyo menjelaskan, mesjid yang dibangun sejak tahun 1975 merupakan milik Detasemen Perhubungan Kodam (Denhubdam) yang markasnya telah berpindah ke kawasan Namurambe, Kabupaten Deli Serdang.

Ketika awal berdiri pada tahun 1975, Masjid Al-Ikhlas merupakan sebuah mushola yang dibangun untuk proses pembinaan mental di jajaran prajurit Denhubdam. Namun seiring perjalanan waktu, musholla itu diperbesar dan menjadi sebuah mesjid dan jamaahnya bukan hanya prajurit Denhubdam, tetapi juga masyarakat sekitar.

Pihak TNI tersebut juga menjelaskan kalau bekas areal markas Denhubdam yang berada di Jalan Timor di mana masjid Al-Ikhlas itu berada telah diruislag ke PT Gandareksa Mulya dengan opsi pengosongan lahan untuk menjadi lokasi pembangunan. Termasuk, bangunan masjid Al-Ikhlas. Proses ruislag itu telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Mabes TNI-AD dan Kementerian Keuangan.

Namun begitu, pihak FUI belum puas dengan penyelesaian kasus yang dilakukan pihak TNI dengan melakukan pembongkaran padahal proses hukumnya masih berjalan.

Meskipun Mesjid telah dirobohkan, mereka berencana tetap akan menggelar Shalat Jumat di lokasi tanah mesjid tersebut. Hal itu dikatakan Ketua FUI Sumut, Heriansyah SAg didampingi Sekum FUI Sumut, Leo Imsar Adnan serta beberapa pengurus Ormas Islam Lainnya, Rabu (4/5) di Jalan Brigjend Katamso.

13.19 | 0 komentar

Revolusioner dibunuh AS dan NATO di Libya ! Tujuan mereka itu apa ?

Benarkah misi AS dan NATO di Libya adalah untuk “melindungi sipil” Libya dan membantu perlawanan pejuang revolusi menghadapi tentara loyalis Gaddafi? Jika iya, mengapa selalu ada laporan bahwa serangan udara salibis NATO menewaskan sipil dan pejuang revolusi Libya.

Kali ini serangan udara salibis NATO menewaskan sedikitnya 12 pejuang revolusi di kota Misurata, wilayah Libya timut, ujar sumber medis.

Menurut sumber medis, kematian terjadi ketika sejumlah misil NATO menghantam gedung yang berlokasi sekitar 5 Km dari timur kota pelabuhan Mediterania di mana tentara revolusi berbasis, Rabu (27/4/2011), lapor Press TV pada Kamis (28/4).

NATO menolak laporan tersebut walaupun saksi mata mengatakan sebaliknya.

Dr. Hassan Malitan bahwa serangan terjadi sesaat setelah ia dan koleganya meninggalkan gedung.

“Kami baru saja melaju sekitar 200 meter dan kami mendengar ledakan besar yang mengguncang tanah,” ujar Malitan.

“Kami mulai menangis dan meneriakkan nama mereka,” lanjutnya. “Sangat jelas misi datang dari langit dan kami mendengar suara pesawat lewat.”

Di ibukota Libya, Tripoli, ledakan besar juga terdengar ketika pesawat NATO melintas di sana.

Sebelumnya, empat sipil mengalami luka setelah pesawat NATO menghantam target militer di Tripoli timur.

Sementara itu, Inggris merencanakan akan menyebar tentaranya di perbatasan Libya-Tunisia. London mengklaim bahwa tentara yang disebar diperbatasan akan bertugas mengamankan pengungsi dari serangan tentara Gaddafi.

Laporan mengatakan bahwa lebih dari 5.000 warga Libya telah menyebrang ke Tunisia dalam 48 jam terakhir.

11.29 | 0 komentar

Info Detik

Study Islam - Moslem Answer

RYKERS Watch | Yahudi Indonesia

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN