Asalamualaikum ,  Selamat Datang  |  Its Not Diary  |  News And Opini  |  Thanks ?

Begitu banyak hal yang tertutupi dari negara kita sendiri bahkan dari konsep seluruh negara dan percayalah ada segelintir orang bahkan beberapa kelompok pemuja iblis yang mengatur konsep yang ada dan kita jalani saat ini.
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Untuk Pertahankan Wilayah, Israel Jadikan Tepi Barat Obyek Wisata

Israel telah meluncurkan kampanye pariwisata di Tepi Barat yang diduduki untuk meningkatkan dukungan untuk mempertahankan wilayah tersebut terkait rencana pembentukan negara Palestina merdeka pasca terjadinya rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah.

Para pemukim Yahudi Israel membawa wisatawan ke wilayah Palestina yang dianggap sebagai bagian dari negara masa depan mereka, AP melaporkan.

Sekitar 300.000 pemukim Israel di Tepi Barat mempromosikan pariwisata sebagai cara untuk membantu menormalkan cengkraman Israel di wilayah itu yang dianeksasi pada tahun 1967.

"Mereka ingin orang-orang berpikir bahwa suasana normal terjadi di sana, dan menegaskan bahwa sah untuk melakukan perjalanan di sana,'' kata Hagit Ofran, dari kelompok Peace Now.

"Mereka ingin orang berpikir bahwa daerah tersebut bagian dari Israel,'' katanya menambahkan.

Kritikus mengatakan kampanye seruan menjadikan Tepi Barat sebagai obyek wisata menargetkan mayoritas Israel, yang jajak pendapat menunjukkan siap untuk menyerahkan sebagian besar atau seluruh daerah itu sebagai imbalan bagi perdamaian.

Israel merebut Tepi Barat dari Yordania dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Rezim Israel menentang seruan internasional dengan tetap melakukan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah-wilayah yang diduduki.

Majelis Umum PBB sendiri akan mengadakan pertemuan pada bulan September untuk membahas pembentukan negara Palestina merdeka.
13.23 | 0 komentar

Dewan Mufti Rusia jalin kerjasama dengan MUI

Sejumlah mufti Rusia telah mengunjungi beberapa tempat di Pulau Jawa dan bertemu pimpinan lembaga Islam di Indonesia sesuai program KBRI Rusia beberapa waktu lalu. Indonesia diharapkan bisa memberikan penguatan kapasitas bagi Dewan Mufti Rusia karena Majelis Ulama Indonesia sudah cukup banyak berperan di berbagai sektor yang mungkin di Rusia peran mereka perlu dipacu atau diakselerasi.

“Mereka ingin memperkuat kerja sama dengan MUI,” kata anggota Komisi I DPR Yoyoh Yusroh, Jumat (6/5/2011) yang baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Moskow.

“Kaum Muslim di Rusia ternyata sudah cukup lama mengenal RI, bahkan pada 1956 Presiden Pertama Soekarno membuka sebuah masjid besar di Petersburg setelah 40 tahun bangunan tersebut dijadikan gudang. Ini dicatat dalam sejarah Muslim Rusia sebagai kehormatan besar,”ujar Yoyoh, politisi PKS dari Dapil Banten.

Pada kunjungan para mufti Rusia ke Indonesia pada 1 April lalu, mereka dengan senang hati berziarah ke kubur Bung Karno dan mengirimkan doa Alfatihah, karena hingga kini masjid Petersburg mampu menjadi tonggak kebangkitan pendidikan kaum Muslim di Rusia.

Menurut data, masyarakat Muslim di Rusia sekitar 23 juta orang terdiri atas 57 etnis, suku bangsa. Dari 147 juta populasi Rusia, sebanyak 18 persen adalah Muslim. Menurut sejarah agama Islam sudah masuk belasan abad lalu melalui Kaukasus utara Degestan, namun secara resmi tahun 992 di daerah Kazahtan, Turkmenistan.

Islam saat kini mengalami perkembangan masuk dalam periodisasi sebelum 1917 dan sebelum 1971. Pada 1917 ada 5.500 masjid kemudian dihancurkan oleh Soviet. Setelah 20 tahun tercatat 7.000 masjid, sebagai perbandingan sebelum 1991 di wilayah Rusia hanya ada 100 mesjid dan lembaga pendidikan.

Masyarakat Muslim terdiri atas 57 suku bangsa baik pendatang maupun suku asli. Masyarakat muslim di Rusia aktif di berbagai bidang, politik, ekonomi, bisnis. Dalam pemerintahan misalnya Rasyid Nur Ali sebagai menteri dalam negeri,Elvira Nabiullah menteri ekonomi dan juga Farid Muhshin sebagai pimpinan Dinas Federal bidang budaya dan agama.

Tidak sedikit pula perwakilan di Duma dan di dewan Federasi, Dewan Mufti dari berbagai ormas Muslim. Kini sekitar 3.000 ormas aktif dalam bidang pendidikan. Saat ini terdapat tujuh perguruan tinggi di Kazan, Grozni, dan 100 lembaga pendidikan lainnya serta 7.000 madrasah ada dalam masjid.

Dewan Mufti Rusia berupaya mendekati dunia Islam internasional. “Saat ini mereka sudah sebagai pengamat di OKI, sehingga umat Islam di Rusia merasa bagian dari umat Islam di dunia,” katanya.


13.21 | 0 komentar

Aparat Kecolongan "Kebiadapan Terjadi Lagi"


Mencekam! Jejeran Kepala Manusia Diletakkan di Bak Truk

Suasana Desa Sungai Sodong Ogan Komering Ilir Sumsel hingga semalam masih mencekam. Kondisi ini imbas dari terjadinya bentrokan antara warga dengan perusahaan perkebunan, PT Sumber Wangi Alam (SWA) yang menewaskan dua warga dan lima orang karyawan perusahaan, Selasa (22/4/2011).

Korban tewas dari warga Sungai Sodong yakni, Indra Syafei (18) dan Matchan (21) itu, bagian kepala nyaris putus dan dihujani tembakan. Sedangkan dari pihak karyawan perusahaan yang tewas ada 5 orang yakni, Hambali, Sabar, Halis, Abdi serta Agus. Dua korban terakhir kepalanya dipotong. Dan tragisnya potongan kepalanya tadi dijemur di bak truk perusahaan secara berjejer.

Seperti diberitakan sebelumnya bentrokan terjadi antara warga dan pihak perusahaan. Kemarahan warga diduga akibat aksi dari pihak perusahaan yang lebih dulu menghabisi dua orang warga.

Pengamatan Sripo (Grup Tribunnews.com) di lapangan, di Desa Sungai Sodong Kecamatan Mesuji tadi, begitu mencekam.

Memang, warga sempat dihalangi oleh petugas untuk melintas dari jalur darat. Tetapi, warga berdatangan dari jalur sungai. Ketika, Sripo menginjakan kaki di Desa Sungai Sodong itu, disambut oleh warga yang sudah bersiap-siap dengan senjata tajam dan pedang di tangan maupun terselip dipinggang.

Tidak hanya itu, warga juga menyimpan senjata tajam mereka di pinggiran hutan untuk mengantisipasi serangan dari pihak perusahaan yang mengerahkan para preman bayaran.

Di rumah korban Indra Syafei dan Matchan tadi masih dipenuhi parakerabat, karena kedua korban rumahnya berdekatan hanya terpisah oleh jalan setapak. Apalagi kedua korban ini masih bersaudara. Jenazah Indra Syafei dan Matchan sebelum sholat Jumat sudah dimakamkan di pemakaman desa.

Setelah pemakaman warga masih berkumpul di sekitar rumah korban. Ketika wartawan datang, mereka menyambutnya dengan baik.

Begitu ditanya mengenai kejadian berdarah itu, orang tua korban Ahmat Tutul menceritakan dengan gamblang. "Kejadiannya berawal anak saya ini hendak membeli sesuatu ke desa tetangga. Belum sempat membeli, motor anak saya dihadang oleh preman perusahaan dan terjadilah perkelahian dan akhirnya anak dan keponakan saya tewas dibunuh," kata Ahmad.

Warga yang mengetahuinya memberi kabar warga lain dan akhirnya warga berkumpul dan membawa kedua korban pulang. "Saya tidak tahu lagi pak selanjutnya," kata Ahmad.

Sementara itu, saat Sripo menuju perusahaan yang berjarak 4 kilometer yang ditempuh dengan jalan merah dan berlumpur di sana tidak ada seorangpun karyawan yang berada di mess. Saat bentrokan kemarin, mess karyawan ini diobrak-abrik warga. Karyawan yang ada di sana kemudian dibunuh secara sadis. Badan diikat di tiang
listrik dan kepalanya dipotong.

Ada juga yang dibuang di perkebunan dengan kondisi sudah disemblih. Kepala karyawan yang disembelih tadi diletakan di atas bak mobil truk.

Mess yang kosong itu kini dijaga Sat Brimob Polda Sumsel Pimpinan Kepala Detasemen (Kaden) A Kompol M Rendra Salipu SIk.

Dari puluhan pintu rumah karyawan perusahaan tadi, semuanya dirusak. Hanya saja satu bangunan yang masih kokoh dan tidak dirusak oleh warga yakni, bangunan masjid. Kalau bangunan lainnyadipecah dan dirusak termasuk kendaraan yang ada di lokasi perusahaan dibakar hingga tinggalkan puing-puing saja.

"Semua rumah dan kendaraan yang ada disini dirusak warga. Dan ada yang lebih menyedihkan lagi, ada anak yang berusia 2 tahun menangis melihat orang tuanya sudah simbah darah di depan teras rumah dari pukul 14.00 hingga pukul 09.00 pagi," kata salah seorang polisi yang minta namanya tidak disebutkan.

Ahirnya lima jenazah berhasil dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD Kayuagung untuk diotopsi.



sourche
15.56 | 0 komentar

Info Detik

Study Islam - Moslem Answer

RYKERS Watch | Yahudi Indonesia

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN