Asalamualaikum ,  Selamat Datang  |  Its Not Diary  |  News And Opini  |  Thanks ?

Begitu banyak hal yang tertutupi dari negara kita sendiri bahkan dari konsep seluruh negara dan percayalah ada segelintir orang bahkan beberapa kelompok pemuja iblis yang mengatur konsep yang ada dan kita jalani saat ini.
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

PSSI Sarat Politik Kekuasaan

Hal tersebut tecermin dalam Kongres PSSI yang berulang kali memenangkan Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI. Alhasil, mantan narapidana kasus penyelundupan gula tersebut akhirnya bercokol selama delapan tahun sebagai ketua.

"Sudah terlalu banyak politik di sana. Dia sangat berpengaruh, suaranya banyak," ucap Manila, Senin (10/1), seperti dilansir Kompas.com.

Ia pun mencontohkan dalam kongres tahun 2003, Ketua Umum PSSI tersebut mengalahkan Yacob Nuwawea (Menteri Tenaga Kerja tahun 2001-2004).

"Padahal, saat pemungutan pertama dia kalah, tapi saat pemungutan suara selanjutnya dia berhasil mengalahkan Yacob," ungkap Manila, yang pernah mengantarkan timnas menjuarai SEA Games pada tahun 1991.

Setelah kongres pada tahun 2003, nama Nurdin kembali menjadi calon tunggal dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PSSI periode 2007-2011. Namun, di bawah kepemimpinan Nurdin, memang belum ada prestasi cemerlang yang diukir oleh timnas.

"Saya pesimistis di bawah kepengurusan yang sekarang. Revolusi PSSI ini harus dimulai karena sudah jadi rahasia umum pemilihan itu sarat politik dan siapa yang paling kuat uang juga," ungkap Manila tanpa menyebutkan oknum yang dimaksudnya.

Sourche
09.20 | 0 komentar

Media Inggris Sindir Nurdin Halid

London - Sosok Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, rupanya sudah mendunia. Harian terkemuka asal Inggris, Guardian, bahkan menempatkan nama Nurdin Halid ke dalam daftar para tokoh sepak bola dunia yang menarik perhatian sepanjang 2010.

Namun, nama Nurdin masuk ke dalam daftar tokoh sepak bola yang disindir oleh artikel berjudul 'The 2010 awards: The Years best quotes, salaries, transfers, and leaders' tersebut.

Nama Nurdin Halid masuk kategori '2010 Best Football Associaton official'. Dalam artikel tersebut, Nurdin Halid diulas sebagai berikut:

"Ketua Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI), Nurdin Halid, masuk penjara pada 2008 terkait dana distribusi minyak goreng sebesar USD18 juta, tapi sekarang ia kembali duduk di kursi ketua. Pekan lalu (mengacu pada Piala AFF 2010-Red) Nurdin membayar bonus USD250 ribu kepada para pemain (tim nasional Indonesia) menggunakan uang dari kotak kardus. Mereka layak mendapatkannya!" demikian Guardian.

Nama Nurdin berada dalam satu kategori dengan Ketua Asosiasi Sepak Bola Kroasia, Vlatko Markovic, yang mengelak dibilang mencurangi pemilihan ketum asosiasi sepak bola Kroasia yang ia menangkan. Tidak hanya itu, Markovic bahkan menghina pers Kroasia, dan ia terpilih sebagai ketum Asosiasi Sepak Bola Kroasia untuk keempat kalinya.

Sebelumnya, nama Nurdin Halid juga sempat dipertanyakan pemain sayap Liverpool, Ryan Babel. Babel saat itu bertanya siapakah Nurdin Halid, dan menyoalkan pengelolaan penjualan tiket Piala AFF yang kacau balau.

Sourche
11.06 | 0 komentar

Siapa Pelatih Timnas ,alfred riedl ?

Riedl menjalani karir sebagai pemain sepakbola profesional yang berposisi di lini depan alias penyerang.

Karir Riedl dimulai saat bermain bagi FK Austria Wien. Lalu dia pindah ke klub Belgia, Sint-Truiden pada usia 22 tahun.

Puas bermain selama 8 musim di Divisi I Belgia, Riedl kemudian melanjutkan karir sepakbolanya di FC Metz Prancis. Namun, di Negeri Mode tersebut, dia hanya bermain setahun dan kembali ke Austria pada musim berikutnya di klub Grazer AK. Catatan prestasi terbaiknya adalah menjadi dua kali top skorer di Divisi I Belgia.

Kelahiran : 2 November 1949
Kebangsaan : Austria
Status : Menikah
Bahasa : Jerman ( bahasa asli ), Inggris, Prancis dan Belanda
Bermain di Timnas Austria :
4 x timnas senior Austria
6 x U - 23
5 X U - 18

Karir Pemain :

1961 - 1967 ATSV Teesdorf, Austria
1967 - 1972 Austria Wien, Vienna, Austria
1972 - 1974 St. Truiden, Belgium
1974 - 1976 Royal Antwerp, Antwerp, Belgium
1976 - 1980 Standard Liege, Liege, Belgium
1980 - 1981 FC Metz, Metz, France
1981 - 1982 GAK, Graz, Austria
1982 - 1984 Wiener Sportclub, Vienna, Austria
1984 - 1985 Vfb Mödling, Mödling, Austria


Karir Pelatih :

1983 - 1984 Ass. Coach Wiener Sportclub, Austria
1984 - 1985 Ass. Coach Mödling, Austria
1986 - 1987 Head Coach Kottingbrunn, Austria
1987 - 1988 Ass. Coach Austria Wien, Austria
1988 - 1989 Head Coach Ittihad Jeddah U 19, Saudi Arabia
1989 - 1990 Head Coach Wiener Sportclub, Austria
1990 Head Coach Olympic Team, Austria
1990 - 1992 Head Coach National Team, Austria
1992 - 1993 Head Coach FAV AC, Austria
1993 - 1994 Head Coach OCK, Morocco
1994 - 1995 Head Coach Zamalek S.C., Cairo, Egypt
1996 - 1997 Supervisor Iran Football Federation (Manager)
1997 - 1998 Head Coach National Team, Liechtenstein
1998 - 2001 Head Coach National Olympic Team, Vietnam
2001 - 2003 Head Coach Al Salmiya Club, Kuwait
2003 - 2004 Head Coach National Olympic Team, Vietnam
2004 - 2005 Head Coach National Team, Palestine
2005 - 2008 Head Coach National Olympic Team, Vietnam
2009 - Head Coach Olympic Team, Laos
2010 - Head Coach TIM NASIONAL INDONESIA
10.21 | 0 komentar

TIMNAS Juara AFF,Politisi senayan Lebay

JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa mengharapkan suasana kebanggan terhadap tim nasional sepakbola tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan sesaat oleh partai politik dalam mencari simpati. Hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi tim nasional untuk menjadi juara turnamen AFF. “Ada jamuan apapun bentuknya jangan ada unsur politis, tidak boleh menganggu konsentrasi Timnas sepakbola Indonesia,” ujar Wasekjen PD, Saan Mustopa, kepada INDOPOS (grup JPNN), kemarin (20/12).

Saan mengatakan hal tersebut menjawab pertanyaan tentang niat politis di balik jamuan makan dengan Timnas yang digelar di rumah Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, Senin (20/12).

Saan menuturkan, saat ini bangsa Indonesia tengah berbangga karena kesuksesan Timnas melangkah ke final piala AFF. Wajar, menurut Saan, Presiden SBY memberikan dukungan sebagai kepala negara dengan mengundang Timnas. Namun, kepada warga negara lain, dukungan cukup diberikan dengan menonton pertandingan final Indonesia-Malaysia.

“Ini sebuah awal kebangkitan sepakbola nasional kita, tentu keberhasilan ini perlu kita support agar di final nanti Timnas dapat keluar sebagai juara. Support bisa berbagai bentuk dukungan, yang paling nyata dengan menonton bersama,” imbau Saan. PD sendiri, menurut Saan, sampai saat ini masih menghormati jamuan yang digelar Ical dengan Timnas. Namun, PD berharap Golkar benar-benar tidak menyimpan niat politis di balik jamuan tersebut.

“Kita lihat dalam perspektif positif, sebagai bagian dari dukungan support untuk Timnas kita yang akan tanding di pertandingan final. Sekali lagi, jamuan tidak boleh menganggu konstentrasi Timnas,” harap Saan.

Hal senada juga diungkapkan Wasekjen PPP Romahurmuzy. Dia menilai sejumlah parpol sengaja memanfaatkan popularitas Timnas sepakbola Indonesia yang tengah naik daun. Termasuk Partai Golkar dan Partai Demokrat yang baru saja menjamu Timnas, dinilai tengah mengincar suara generasi muda untuk mengamankan Pemilu 2014. “Tidak ada manuver tanpa pamrih dalam mendulang popularitas. Begitu juga dalam jamuan politik tersebut,” ujarnya.

Menurut Romi, sapaan akrab Romahurmuziy, Timnas Indonesia tengah naik daun. Oleh karenanya, menjadi wajar jika kekuatan politik tertentu berniat memanfaatkan momen tersebut untuk ikut tenar di kalangan muda-mudi.

“Karenanya, menempel keberhasilan mereka diharapkan menjadi wujud kepedulian kepada anak muda yang berefek kepada simpati di masa pemilu mendatang,” papar Romi.

Lebih dari itu, menurut Romi, kenyataan ini memperkuat makin kuatnya politik pencitraan di kancah perpolitikan tanah air. Pencitraan yang telah mengantarkan Presiden SBY berkuasa hingga dua periode kembali dipraktikkan.

Sementara itu, pengamat politik Arbi Sanit sangat mewajari majunya Timnas Indonesia untuk maju ke babak final Piala AFF akan dimanfaatkan oleh sejumlah parpol dan tokoh politik. “Sudah hal biasa politisi di Indonesia untuk memanfaatkan situasi. Jangankan kesusksesan Timnas, peristiwa bencana saja kerap dimanfaatkan oleh politisi, yakni rame-rame pasang bendera partai di lokasi,” cetusnya.

Lebih lanjut, Arbi mengatakan jika 'pendekatan' yang dilakukan oleh Ical ke Timnas, memang akan memunculkan rivalitas dengan SBY. Namun, rivalitas itu sudah biasa dalam politik. “Dalam politik memang seperti itu, partai lain adalah rivalnya,” kata Arbi.

Kemarin, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menjamu Timnas Indonesia di kediamannya setelah malamnya mengalahkan Filipina. Upaya Ical, ini diyakini juga akan dilakukan politisi lain, untuk menarik simpati masyarakat.

Euforia Sepakbola telah merambah kepada Dunia Politik. lalu sumbangsih apakah yang akan diberikan oleh para Politisi sebagai bentuk Kepeduliannya terhadap TIMNAS yang mulai membangggakan.

KONON KATANYA, (ini baru Konon), Politisi Senayan menjanjikan Bonus Besar bagi TIMNAS apabila TIMNAS jadi Juara AFF.

Lalu apakah wujud bonus itu?

Konon katanya TIMNAS akan dihadiahi dengan Stadion Megah bertaraf International, agar Timnas dan Indonesia semakin bangga dengan Klub Sepakbola nya tsb.


PENGAJUAN DANA DEH UJUNGNYA ?? ADU TENDER DEH UJUNGNYA? DUIT LAGI DUIT LAGI.KALO JADI KEBANGUN ITU STADION MAH GAK PAPA,TAKUTNAY DANANYA DICUKUR PAS TENDER....

KASIHAN TIMNAS INDONESIA...
17.55 | 1 komentar

Cristian Gonzales Bangun Masjid

Sejak masuk Islam, Cristian Gonzales mendalami agama dengan tekun. Ia juga turut membantu membangun masjid di Gresik, Jawa Timur. Sekarang, masjid itu menjadi pusat dakwah yang dipimpin oleh Nurhasanah, orang tua angkat Gonzales.(Viva News).




"Selain itu beliau juga aktif dalam kegiatan agama di masjid itu.Semoga tetap istiqomah.Kerja keras dengan keringat mampu menghasilkan manusia manusia berkualitas seperti beliau,tak lupa akan keperluan batin dan mempersiapkan kehidupan setelah kematian,yang jadi pertanyaan nih PSSI gimana yah? kan duitnya banyak? rekening oh rekening"
03.37 | 1 komentar

Gonzales berkata "Aku Hanya Takut Tuhan"

Salah satu striker Timnas Indonesia yang baru saja dinaturalisai oleh PSSI,Christian Gonzales.Meski umur nih orang sudah cukup dikatakan senior di TimNas tapi semangat juang dan spirit nay itu yang bikin gw juga sampai bengong,pada waktu itu indonesia melawan Fhilipina dimana pemain importnay 9 orang tapi gw salut sama permainan indonesia disiplin dan tek tok bnola nya itu yang enak dilihat.Satu lagi yang patut dicontoh yaitu penguasaan emosi,Gonzales membuktikan bahwa kontrol emosi itu penting,kalo aja waktu itu sobat liat gimana pemain fhilipina mencoba pancing kemarahan gonzales tapi gw liat di tv hanya senyum yang ada dari gonzales.

dikutip dari kompas.com,gonzales berkata "Aku Hanya Takut Tuhan" berikut penjelasannya:



" Aku Hanya Takut Tuhan " Ujar Gonzales.Ok Doa gw yang terbaik untuk Timnas Indonesia
03.12 | 0 komentar

Bintang Dunia Bakal Bergabung di LPI

JAKARTA, KOMPAS.com — Liga Primer Indonesia atau LPI yang akan bergulir pada 8 Januari mendatang dipastikan bakal berlangsung menarik. Beberapa pemain terkenal yang pernah membela klub-klub raksasa Eropa, seperti Edgar Davids, Nicky Butt, Robbie Fowler, Diego Tristan, dan Rigobert Song, bakal berpartisipasi pada kompetisi yang digagas oleh Arifin Panigoro itu.

Wacana tersebut bukan isapan jempol. Pasalnya, konsorsium LPI mengaku sedang mendekati para mantan bintang dunia tersebut agar bersedia merumput di Tanah Air. "Ya, benar. Konsorsium memang akan mendatangkan para pemain itu. Mereka sedang didekati agar mau main di Indonesia," ujar Meiriyon Moeis, CEO Batavia Union FC, klub peserta LPI.

Yon mengungkapkan, para pemain tersebut dikontrak oleh konsorsium. Mereka kemudian akan ditempatkan di beberapa klub peserta kompetisi. Meski begitu, Yon mengaku belum bisa membeberkan nilai kontrak dan klub yang akan dibela oleh pemain tersebut.

"Mungkin mereka akan ditempatkan di klub-klub yang ada di kota-kota besar, tetapi ini baru kemungkinan. Kami masih membahasnya," kata Yon.

Lebih lanjut, Yon mengatakan, pada awalnya konsorsium LPI akan mendatangkan 18 pemain agar setiap peserta LPI, yang berjumlah 18 klub, mendapat jatah satu mantan pemain dunia. Sayangnya, konsorsium akan mendatangkan sekitar enam orang saja.

Butt disebut-sebut sudah hampir dipastikan bergabung. Adapun Fowler masih harus berunding dengan istrinya. Mantan pemain Liverpool itu kini berdomisili di Australia dan masih terikat kontrak dengan Perth Glory. Namun, dia dikatakan sudah bersedia pindah ke Indonesia.

Beberapa klub peserta LPI saat ini sedang menjalani laga pramusim. Sebanyak 13 klub berpartisipasi pada laga pramusim yang digelar di tiga kota itu, mulai Senin (29/11/2010).

Klub-klub itu dibagi ke dalam tiga grup. Grup A terdiri dari Batavia Union FC, Bogor Raya FC, Jakarta 1928, dan Manado United. Mereka berlaga di Stadion Persikabo, Bogor.

Grup B berlaga di Stadion Manahan, Solo, dan diikuti oleh Solo FC, Bandung FC, Medan Chiefs, Persema, dan Tangerang United.

Adapun Bali FC, Semarang United, Persebaya, dan Real Mataram menghuni Grup C dan berlaga di Stadion Jatidiri, Semarang.
18.33 | 0 komentar

Info Detik

Study Islam - Moslem Answer

RYKERS Watch | Yahudi Indonesia

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN